5 Masalah Yang Biasa Dihadapi Saat Akan Ekspor Barang

Hingga saat ini masih banyak pelaku usaha yang ingin mengekspor produk-produknya namun selalu terkendala dengan berbagai macam masalah. Terutama pebisnis berbasis UKM (Usaha Kecil Menengah). Padahal sebenarnya produk-produk mereka mempunyai mutu yang sangat bagus dan layak dipasarkan ke luar negeri.

Secara garis besar, masalah yang dihadapi para pengusaha kecil dan menengah Indonesia saat berniat mengekspor produknya ada 2 macam yaitu masalah internal dan eksternal. Berikut ini ulasan dan penyelesaiannya.

Masalah Internal

Masalah internal adalah masalah yang datang dari pelaku usaha sendiri. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Tidak Mampu Memenuhi Syarat Kegiatan Ekspor

Sebelum menjalankan kegiatan ekspor apalagi secara langsung dengan importir (tidak dengan agen ekspor), setiap pengusaha harus mempunyai surat izin usaha atau SIUP, surat izin ekspor dan lainnya. Hal seperti inilah yang seringkali tidak pernah dipikirkan oleh pelaku usaha. Jadi sebelum mengekspor, harus melengkapi dokumen-dokumen perizinan tersebut.

  1. Tidak Memahami Sistem Transaksi Dagang Internasional

Untuk meraih kesuksesan memasarkan produk ke luar negeri, pengusaha dituntut mempunyai pemahaman dan pengetahuan yang cukup tentang sistem transaksi bisnis internasional. Mulai dari dasar-dasar kegiatan ekspor, metode pelaksanaan, mengisi dokumen ekspor dan berbagai aturan lainnya semua harus dikuasai dengan baik.

  1. Permodalan atau Pembiayaan

Modal dan biaya transaksi juga sering menjadi kendala utama yang harus dihadapi oleh para pengekspor serta pelaku usaha di Indonesia. Biaya ini biasanya berhubungan dengan ongkos produksi dan promosi. Terkait dengan hal ini, sebenarnya sudah banyak sekali bank, koperasi dan lembaga keuangan lainnya bisa membantu dengan cara memberi kredit bunga rendah.

Meski demikian yang menjadi kunci utamanya adalah kemampuan dari pelaku usaha sendiri dalam mengatur keuangan atas bisnis yang dijalankan. Jangan memakai dana yang diperoleh dari kredit untuk keperluan lain yang tidak ada kaitannya dengan urusan bisnis.

  1. Promosi

Promosi merupakan bagian terpenting dalam pemasaran. Banyak sekali pebisnis yang kurang dapat menjual produknya karena tidak bisa melakukan promosi yang secara baik dan efisien. Saat ini sudah ada sarana promosi untuk menjual produk ke pasar global dengan biaya yang sangat murah, yaitu internet.

Beberapa teknik yang bisa dilakukan untuk melakukan kegiatan promosi secara online antara lain adalah membuat website, pasang iklan di Facebook atau Google Adword dan sebagainya. Pelajari semua metodenya, sehingga produk-produk yang akan diekspor dapat diketahui oleh importir luar negeri.

  1. Kapasitas Produksi

Masalah internal lainnya yang selalu menimbulkan masalah dalam kegiatan ekpor, yaitu para pengusaha tidak siap berproduksi dalam jumlah yang banyak saat mendapatkan pesanan dari pihak importir. Mereka sering merasa bingung karena merasa tidak mampu memenuhi semua pesanan yang diberikan kepadanya.

Untuk itu, sebaiknya menyediakan stok barang yang mencukupi. Sehingga sewaktu-waktu ada pesanan tinggal memproduksi kekurangannya saja. Demikian pula dengan alat-alat produksi beserta kemasannya, harus selalu tersedia. Keterlambatan dalam berproduksi serta mengirim produk dapat membuat buyer jadi kecewa dan tidak tertarik untuk menjalin hubungan bisnis lagi.

Prosedur Mengekspor Produk

Prosedur ekspor produk ini dimulai dari menyiapkan barang yang akan diekspor dengan melakukan packing dan stuffing ke dalam container sehingga barang siap dikirim. Setelah produk siap dan jadwal kapal yang mengangkut ada, eksportir bisa mengajuan dokumen kepabeaan atau Pemberitahuan barang Ekspor (PEB). PEB ini berisi data eksportir, data penerima barang, data customs broker, sarana pengangkut, detail produk (barang), dan negara tujuan. Jika PEB yang sudah diajukan ke kantor bea cukai, Anda akan mendapatkan persetujuan ekspor dan bisa mengirim barag ke pelabuhan. Selanjutnya, barang bisa dimuat ke kapal.

Semua dokumen PEB wajib membayar pendapatan negara nonpajak dan dapat dibayar di bank atau kantor bea cukai setempat. Untuk berapa besar pajak ekspor, setiap barang akan beda-beda. Hal ini ditentukan oleh kepotusan menteri keuangan. Selain itu, setiap barang juga memiliki aturan sendiri tergantung jenis barangnya. Untuk beberapa barang yang termasuk kategori limbah, ada yang memakai kuota.

Berikut ini prosedur atau mekanisme ekspor barang dari Indonesia ke luar negeri.

  1. Jika Anda sudah memiliki pembeli, tentukan sistem pembayarannya, tentukan kuantitas produk, tentukan spesifikasi produk, dan sebagainya. Selanjutnya Anda siapkan barang yang akan diekspor serta dokumen-dokumen penting sesuai dengan kesepakatan yang sudah disepakati dengan pembeli.
  2. Pastikan apakah barang yang akan Anda ekspor merupakan barang yang boleh diperdagangkan di negara tujuan atau dilarang diperdagangkan.
  3. Carilah tahu apakah barang yang akan diekspor termasuk barang yang boleh diekspor, barang yang dilarang diekspor, atau boleh diekspor dengan pembatasan. Aturan isi sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang ada di Indonesia.
  4. Lakukan pemberitahuan pabeana kepada pihak bea sukai dengan memakai dokumen PEB dan dokumen-dokumen pelengkapnya.
  5. Sesudah eksportasi Anda disetujui oleh pihak bea cukai, Anda akan mendapatkan dokumen NPE (Nota Persetujuan Ekspro). Jika NPE ini sudah Anda dapatkan, secara hukum produk yang akan Anda ekspor sudah dianggap barang ekspor.
  6. Lakukan stuffing dan pengapalan produk Anda dengan memakai transportasi laut, udara, dan darat.
  7. Asuransikan barang atau kargo Anda. Itupun jika Anda menggunakan term CIF.
  8. Ambil pembayaran di bank jika Anda menggunakan L/C atau pembayaran yang dilakukan di akhir.

Mengekspor barang ke luar negeri memiliki prospek yang menjanjikan, khususnya dalam bidang agrobisnis. Apalagi dalam bidang ini prosedurnya cukup mudah. Di samping itu, Indonesia sangat kaya akan mineral dan alamnya, sangat berpotensi menyerap banyak lapangan kerja. Tapi, akan lebih baik jika Anda mengekspor barang yang sudah jadi sehingga nilai ekonomisnya lebih tinggi.