Cara Menghitung Pajak Penghasilan Terbaru 2018

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Terbaru 2018

Setiap warga negara Indonesia yang memiliki penghasilan dan sesuai dengan Undang-Undang No. 36 tahun 2008 maka diwajibkan untuk membayar pajak atas penghasilan bruto yang diperolehnya. Kebijakan Pemerintah di Tahun 2016 sehubungan dengan pajak penghasilan yang perlu disambut baik yaitu dengan adanya perubahan naiknya Penghasilan Tidak Kena Pajak PTKP 2016 untuk wajib pajak (WP) dengan status TK/0 yang semula 36 juta menjadi 54 juta pertahun atau naik 50% (Tabel Terlampir).

Undang-Undang Pajak Penghasilan terbaru 2018
Pajak penghasilan pertama kali diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 dan beberapa kali mengalami amandemen dan perubahan sebagai berikut:
· Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1991
· Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1994
· Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000
· Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008

Tarif Pajak Penghasilan Pph Pasal 21
Sesuai dengan Pasal 17 ayat 1, Undang-Undang No. 36 tahun 2008, tarif pajak penghasilan pribadi perhitungannya dengan menggunakan tarif progresif sebagai berikut:

Penghasilan Netto Kena Pajak:
Tarif Pajak
Sampai dengan 50 juta – 5%
50 juta sampai dengan 250 juta – 15%
250 juta sampai dengan 500 juta – 25%
Diatas 500 juta – 30%

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Pph 21 terbaru 2018

Untuk menghitung pajak penghasilan Pph 21 langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
· Hitung penghasilan bruto Anda dalam setahun, seperti gaji pokok ditambah dengan tunjangan-tunjangan lainnya.
· Hitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), sesuai dengan status Anda.
· Hitung pengurang lainnya seperti : Tunjangan Biaya Jabatan 5% & Iuran Pensiun 5% dari penghasilan bruto, catatan: Tunjangan Biaya Jabatan Maksimal Rp. 6 juta per tahun, dan Tunjangan Iuran Pensiun maksimal 2,4 juta per tahun.
· Hitung Penghasilan netto Anda : Penghasilan Bruto – PTKP – Iuran Jabatan & Pensiun.
· Kalikan Penghasilan Netto dengan tarif Pajak Penghasilan yang berlaku.

Baca Juga: Cara Perhitungan PPh Pasal 21 Terbaru

Contoh Menghitung Pajak Penghasilan Pph 21 terbaru 2018

Misal, Bapak sentoso adalah seorang karyawan dengan status kawin dengan anak 1 dan mengurus ibunya yang sudah tak bisa melakukan pekerjaan lagi, dengan asumsi penghasilan sebagai berikut.
Gaji Pokok Rp 15.000.000
Tunjangan tranportasi, makan, dan lainnya Rp 5.000.000
Total penghasilan bruto (Per bulan) Rp 20.000.000

Dari data diatas perhitungan pajak penghasilan pph 21 atas penghasilan dalam setahun adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)

 

Penghasilan Kena Pajak Terbaru 2018

 

Gaji Pokok

Tunjangan

Penghasilan Bruto

Pengurangan (-)

PTKP (K/2)

Biaya Jabatan

Iuran pensiun

Total

Penghasilan Kena Pajak

Pajak pph 5% x 50.000.000

Pajak pph 15% x 105.000.000

Total Pajak pph setahun

Pajak pph per bulan

180.000.000

  60.000.000

240.000.000

67.500.000

5.500.000

2.500.000

75.000.000

165.000.000

2.500.000

15.750.000

18.250.000

1.520.833,33

Catatan :
· Perhitungan diatas dengan asumsi Bapak Sentoso memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP), namun apabila tidak memiliki NPWP maka wajib pajak tersebut dikenakan biaya tambahan 20% dari perhitungan normal.
· Untuk perhitungan pajak penghasilan PPh 21 Tahun 2016 dengan status lainnya tinggal merubah nilai PTKP sesuai dengan tabel PTKP 2016 diatas.

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Pph 21 Menggunakan Formulir Otomatis / Digital
Apabila Anda telah memahami cara perhitungan manual pajak penghasilan PPh pasal 21 diatas dengan menggunakan excel, untuk mengaplikasikannya langsung pada formulir otomatis dari Direktorat Jendral Pajak, berikut akan kami berikan formulir tersebut dan bisa Anda download.
Formulir tersebut dalam bentuk format PDF, namun dalam pengisiannya Anda dipermudah karena seluruh hitungan penjumlahannya secara otomatis oleh sistem. Jika Anda mengalami kesulitan dalam pengisian SPT tersebut, terdapat juga tutorial lengkap bagaimana cara pengisian tahap demi tahap yang sangat mudah dipahami.
Sebagai tambahan Formulir tersebut juga tersedia dalam format Bahasa Inggris (English Language), sehingga dapat digunakan juga oleh warga negara asing (WNA) yang memperoleh penghasilan dan bekerja di Indonesia.
1. Formulir Pajak Penghasilan SPT 1770 SS (diperuntukkan bagi Anda yang bekerja atau karyawan dan memiliki penghasilan bruto lebih kecil dari 60 juta rupiah pertahun.
2. Formulir Pajak Penghasilan SPT 1770 S (diperuntukkan bagi Anda yang bekerja atau karyawan dan memiliki penghasilan bruto lebih besar dari 60 juta rupiah pertahun.
3. Formulir Pajak Penghasilan SPT 1770 (diperuntukkan bagi Anda yang memiliki usaha atau pekerjaan bebas atau Anda adalah sebagai seorang pengusaha)