Hal-hal Yang Membedakan Karyawan Milenial Dengan Yang Lain

Hal-hal Yang Membedakan Karyawan Milenial Dengan Yang Lain

23
0
Share:
Ee2 5181860

Tahun 2015 yang lalu, sebuah studi membuktikan bahwa karyawan milenial (lahir tahun 1985-2000) jumlahnya akan semakin bertambah setiap hari seiring dengan berjalannya waktu. Di tahun 2020 nanti, jumlah karyawan milenial akan memenuhi minimal 60% dari total karyawan di semua perusahaan. Beberapa pertanyaan sering muncul tentang keberadaan karyawan milenial ini, dari para pemimpin perusahaan. Apa sih yang memberdakan karyawan milenial dengan karyawan lain. Apa yang mereka harapakan dalam pekerjaaanya dan apa yang diharapkan dari pemimpin perusahaan.

Kenyataannya, apa yang diharapkan karyawan milenial hampir sama dengan karyawan lain. Yang berbeda adalah bagaimana karyawan milenial memprioritaskan harapan dan kebutuhan dalam pekerjaan serta bagaimana cara menyelesaikan pekerjaan, secara umum. Hal-hal berikut adalah perbedaannya :

Apa harapan karyawan

Semua karyawan dalam perusahaan memiliki harapan yang sama yaitu:

Keamanan

Keamanan berarti apakah jabatan seorang karyawan itu aman? Hampir setiap hari yang ada dalam pikiran karyawan hanyalah bertanay tentang keamanan jabatannya. Apakah mereka besok masih memegang jabatan yang sama atau besok akan terjadi mutasi jabatan atau bahkan pengurangan karyawan, adalah hal-hal yang dikawatirkan setiap karyawan.

Punya manager yang baik

Karyawan tidak memutuskan untuk pindah kantor karena di kantor lamanya punya kebijakan hari libur yang semena-mena atau karena di kantor membosankan. Menurut sebuah stidu dari Gallup, ternyata lebih dari 50% karyawan memutuskan pindah kerja karena untuk menghindari managernya yang tidak baik. Manager yang kurang baik adalah seperti racun dan membuat kondisi kerja yang tidak mengenakan. Padahal manager yang baik, akan membantu karyawannya belajar, berkembang dan menyenangi pekerjaannya.

Gaji dan benefit

Karyawan memang selalu ingin naik gaji, tetapi mereka juga tidak ingin gaji sampai berlebihan, karyawan hanya berharap gaji yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan kebutuhan pribadinya. Gaji yang cukup adalah jumlahnya setara atau dapat berkompetisi dengan perusahaan lain, punya benefit yang mencukupi seperti waktu liburan, hari absen karena sakit, ijin atau jaminan hari tua setelah pensiun.

Kehidupan pribadi

Karyawan adalah manusia biasa yang juga punya harapan untuk punya kehidupan pribadi diluar pekerjaan. Karyawan berharap untuk dapat bercengkerama bersama keluarga supaya terjadi keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Dengan demikian mereka bisa hidup lebih sehat, lebih produktif, lebih bahagia.

Tujuan

Semua karyawan sebenarnya menyenangi pekerjaanya. Mereka ingin bekerja untuk mencapi suatu tujuan besar. Dengan adanya tujuan besar ini, mereka akan merasa dibutuhkan dalam pekerjaan dan mereka menjadi merasa berati di perusahaan.

Perbedaanya dengan karyawan millenials

Tidak terlalu kawatir dengan keamanan pekerjaan dan lebih berani dalam mengambil resiko pekerjaan dan ini disebabkan karena karyawan millenials adalah generasi berorientasi bisnis. Menurut sebuah survey oleh Bentley University, 65% generasi millenials lebih cenderung untuk memulai bisnis sendiri dibandingkan bekerja di kantor.

Manager yang baik sangat sangat penting

Karyawan millenials menginginkan feedback dari managernya dan menurut sebuah studi dari Gallup, karyawan millenials yang merasa mendapat feedback dari menagernya hanya kurang dari 20% saja. Ini adalah masalah serius buat perusahaan.

Gaji dan benefit itu penting tetapi bukan segalanya

Bagi karyawan millenials, pekerjaan mereka adalah perpaduan anatara gaji dengan tujuan pekerjaan. Mereka tidak memprioritaskan gaji, mereka lebih senang memiliki pekerjaan yang memiliki arti dalam perusahaan dibandingkan pekerjaan yang sama bergaji lebih besar.

Karyawan millenials sangat mementingkan keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan peekerjaan kantor.

Mereka tidak hanya berharap keseimbangan ini, tetapi mereka menyatakan membutuhkannya. Mereka senang jadwal kerja yang fleksibel, bisa bekerja dari mana saja, senang jika seumpama di kantor diberikan fasilitas gym atau tiket nonton bioskop gratis. Karyawna millenials tidak ingin hidup hanya untuk bekerja di kantor, mereka ingin bekerja di kantor tetapi memiliki kehidupan baik. Jika ini tidak bisa dicapau, maka mereka bisa kurang produktif.

Tujuan adalah prioritas dalam pekerjaan

Karyawan millenials lebih mementingkan visi dan misi perusahaan dan jika sudah mencapai tujuan itu mereka akan merasa telah berhasil merubah seluruh dunia. Karyawan millenials akan berhenti kerja apabila nilai-nilai perusahaan tidak cocok dengan nilai-nilai kehidupannya.