Hasil Studi: Apa Saja Yang Diharapkan Karyawan Millenials Dari Perusahaan

Artikel ini mungkin cocok untuk perusahaan yang memiliki karyawan dari generasi millenials. Perusahaan manapun di dunia tidak akan bisa menghindari kedatangan karyawan dari generasi meillenials. Karyawan millenials punya karakteristik tertentu dibandingkan karyawan dari generasi lain. Karakteristrik itu dapat digambarkan dengan hasil penelitian. Berikut ini adalah hasil studi dari sekitar 8.000 karyawan millenials yang berasal dari 30 negara di dunia, mengenai apa yang mereka harapkan dari sebuah perusahaan. Dari hasil sudi tersebut, perusahaan dapat mengambil kesimpulan sendiri apa yang akan terjadi di tahun 2020 nanti dalam perusahaan apabila 60% (dan 75% di tahun 2025), karyawannya adalah dari generasi millenials.

Hasil studi yang dilakukan oleh Deloitte tahun 2016 lalu, berhasil menyimpulan hanya dengan 1 kalimat saja:

“Karyawan millenials mengharapkan pekerjaan freelance yang memiliki fleksibilitas waktu kerja tetapi pekerjaan itu aman untuk masa depan”

Meskipun 2/3 karyawan millenials mengatakan lebih senang bekerja full-time, secara keseluruhan 84% mengharapkan ada kebijakan jam kerja yang fleksibel serta 29% mengharapkan ada kondisi/lingkungan pekerjaan yang fleksibel dalam perusahaan.

Bagusnya kondisi pekerjaan yang flesibel

Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa karyawan millenials memberikan nilai tinggi terhadap beberapa hal seperti: budaya kerja yang kuat, punya kebebasan atau pilihan untuk berbicara langsung kepada managernya. Harapan ini ternyata memiliki karakteristik sebagai kondisi kerja yang mementingkan sisi sosial karyawan dan punya tujuan baik untuk perubahan yang positif. Kondisi pekerjaan yang fleksibel pada dasarnya akan mendorong terjadinya employee engagement. Kondisi kerja demikian juga dapat beradaptasi dengan keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan karyawan millenials. Ujung-ujungnya adalah meningkatnya kinerja perusahaan, peningkatan benefit karyawan dan peningkatan loyalitas karyawan millenials.

Untuk menjawab judul artikel ini, ada 4 kategori yang diharapkan karyawan millenials:

  1. Waktu yang fleksible : karyawan dapat memilih kapan waktu kerjanya
  2. Rekrutmen yang fleksibel : perusahaan punya beberapa pilihan kontrak kerja
  3. Peran yang fleksibel : karyawan millenials boleh memilih perannya dalam 1 pekerjaan (dengan batasan-batasan tentunya)
  4. Lokasi yang fleksibel : karyawan meillenials boleh memilih apakah menyelesaikan sebuah pekerjaan dari rumah, di kantor atau dari lokasi dimana saja.

Dengan bertumbuhnya social media dan internet, masa depan pekerjaan dalam 10-15 tahun nanti, fleksibilitas dalam pekerjaan akan menjadi suatu trend dan menjadi kekuatan baru untuk memenuhi harapan karyawan millenials. Bisa saja pekerjaan yang tadinya dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore, berubah menjadi flesible karena pekerjaan dapat dipantau secara digital dan dapat dilakukan dari mana saja. Pekerjaan jadi tidak kenal batasan waktu dan lokasi.

Setiap kali sebuah perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang fleksibel, akibatnya karyawan millenials bekerja jauh lebih banyak hasilnya dan mau melakukannya melebihi yang sudah dibatasi. Padahal karyawan yang mau bekerja lebih banyak dari yang seharusnya dilakukan adalah yang sangat diinginkan perusahaan supaya bisa berkompetisi. Saat karyawan millenials mencapai kinerja yang optimal dengan bekerja sampai melebihi batasannya, loyalitasnya tidak perlu dipertanyakan, apalagi komitmen terhadap pekerjaannya. Karyawan millenials akan bekerja melebihi deskripsi pekerjaannya, melewati batasan, membantu departemen lain, adalah sesuatu yang tidak dapat diajarkan dan tidak dapat diukur.

Bukankan itu yang dicari setiap perusahaan?